Search

PEREDAMAN SUARA vs AKUSTIK TREATMENT

Updated: Aug 13



Dalam dunia akustik ada 2 target utama yang harus kita pisahkan sejak awal untuk bisa mendapatkan solusi yang tepat, yaitu :

  1. PEREDAMAN SUARA / NOISE ISOLATION : Teknik meredam suara & menghindari kebocoran baik dari dalam ruangan keluar ataupun sebaliknya.

  2. PENGENDALIAN SUARA / AKUSTIK TREATMENT : Teknik untuk mengendaliakan pantulan dalam ruangan, seperti : gema / artikulasi / frekuensi.

PEREDAMAN SUARA memiliki teknik dan fokus yang berbeda dengan AKUSTIK TREATMENT.

Untuk meredam suara (isolate) yang benar kita perlu menggunakan material yang tepat pada SELURUH PERMUKAAN dan harus TERTUTUP, sehingga hasil akhir dari proses peredaman ini biasanya hanya berupa dinding polos dan rata (namun didalamnya terdapat material peredaman suara.

Berbeda dengan AKUSTIK TREATMENT yang berfungsi untuk mengendalikan pantulan / gema, tidak harus menaruh/memasang material diseluruh permukaan dan bisa hanya sebagian area saja sesuai kebutuhan.


PEREDAMAN SUARA juga lebih bersifat mutlak, artinya kita tidak bisa mengkompromikanjumlah material atau luas area yang diperlukan untuk menutup semua celah yang ada.

Karena itu biaya PEREDAMAN SUARA biasanya jauh lebih besar daripada AKUSTIK TREATMENT, apalagi jika anda membutuhkan kekedapan suara yang maksimal.

PEREDAMAN SUARA juga kadang membutuhkan pekerjaan sipil seperti membangun tembok bata dan mengecor lantai sebagai salah satu cara meredam suara pada frekuensi rendah & getaran.


Karena itu, pastikan dulu apa kebutuhan anda: Apakah PEREDAMAN SUARA atau AKUSTIK TREATMENT?


PEREDAMAN SUARA untuk meredam / menahan suara agar tidak tembus ke luar ruangan dan sebaliknya. .

AKUSTIK TREATMENT untuk mengendalikan suara pantulan agar suara lebih bisa dinikmati di dalam ruangan.



Dalam melakukan PEREDAMAN SUARA, kita harus memperhatikan 3 komponen, yaitu :

  1. KAKU (stiffness) : semakin kaku material, semakin baik untuk menahan suara terutama pada frekuensi rendah.

  2. KAKU (stiffness) : semakin kaku material, semakin baik untuk menahan suara terutama pada frekuensi rendah.

  3. LEBAM (damping) : semakin lebam material, semakin baik untuk menahan suara terutama pada frekuensi rendah.


Sedangkan untuk AKUSTIK TREATMENT kita dapat menggunakan bergbagai jenis material yang memiliki karakteristik dibawah ini :

  1. Menyerap suara (absorb) : material berpori dan memiliki densitas kepadatan untuk merubah energi suara menjadi energi panas.

  2. Memantulkan suara (reflect) : material berpermukaan keras untuk mengarahkan pantulan ke area lain dalam ruangan.

  3. Menyebarkan suara (Diffuse) : material keras dan bertekstur yang dapat menyebar suara ke segala arah.

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda untuk menyelesaikan masalah akustik dalam ruangan. Untuk itu dibutuhkan alat ukur untuk memastikan masalah dasar dalam ruangan, sehingga kita bisa memberikan solusi yang tepat.

Setiap material juga memiliki nilai penyerapan (yang disebut "absorbsi koefisien") dan nilai penyebaran (yang disebut "scattering coefisien").





Material untuk AKUSTIK TREATMENT biasanya berbentuk panel akustik yang dapat di copot pasang (seperti busa telur / diffuser ) ataupun bisa dibuat permanen dalam bentuk interior akustik untuk kebutuhan spesifik dan professional.

Untuk kebutuhan Panel Akustik bisa mendapatkan di : www.artcoustic.id

more info : Call/WA : 0895 7010 67970




327 views0 comments